Belajar dari Wawancara Kerja

Wawancara calon karyawan adalah salah satu kesempatan pembelajaran yang berharga. Ada sekurangnya tiga point yang bisa kita dapatkan dari suatu wawancara:

1. Kiat-kiat Keberhasilan
Saat saya mewawancara seorang pelamar yang sudah berpengalaman bekerja dan mempunyai berbagai prestasi dalam riwayat hidupnya, saya suka bertanya, apa yang membuat dia bisa mencapai prestasi-prestasi tersebut.
Dari seorang pelamar yang pernah menjadi sales area manager saya belajar bahwa kiatnya berhasil meningkatkan penjualan di areanya sebenarnya sederhana saja:

1. Menciptakan suasana kerja yang menyenangkan bagi timnya. Misalnya dengan sering mengajak mereka mengobrol, menelepon untuk menanyakan kabar saat karyawannya sedang lembur, memberi apresiasi kecil atas kerja mereka (seperti sebungkus rokok untuk dibagi-bagi).

2. Membuat pelanggan merasa dirinya penting dan menjaga hubungan baik dengan mereka. “Kalau orang sudah senang dan percaya dengan kita, berapa pun harga produk yang kita jual, mereka pasti mau beli,” ungkapnya.

2. Kiat memotivasi diri saat menghadapi situasi berat
Pelamar yang lain bercerita mengenai kesedihannya saat orang tuanya meninggal. Dia merasa belum membalas jasa orang tuanya. “Tapi berkat dukungan dan dorongan dari teman dan keluarga, akhirnya saya bisa membangun kembali semangat saya. Dan saya yakin, saat saya berhasil pasti orang tua saya bangga,” katanya.

3. Hal-hal yang perlu menjadi pelajaran bagi perusahaan
Ini biasanya terungkap dari pertanyaan, “Apa yang membuat anda berpikir untuk meninggalkan perusahaan anda sebelumnya?” Jawaban yang cukup sering saya dengar adalah:
(a) Karena perusahaan itu kurang memberikan kesempatan untuk berkembang, baik secara pribadi atau secara karir.
(b) Karena ingin mendapat pengalaman baru.
(c) Karena ingin mempunyai waktu untuk keluarga atau untuk sekolah.

Pelajaran-pelajaran yang saya dapatkan dari satu sesi wawancara seringkali membuat saya bertanya, “Bagaimana dengan saya? Bagaimana dengan kebijakan yang berlaku di kantor ini?”

Kadang-kadang dalam suatu wawancara, posisi jadi terbalik. Saya selaku pewawancara justru menjadi murid dari orang yang saya wawancarai.

Bagaimana dengan anda? Apakah ada kegiatan dalam pekerjaan anda yang menjadi sumber pembelajaran yang berharga bagi anda? Pelajaran apa saja yang anda peroleh?

Posted with WordPress for BlackBerry®. Powered by Telkomsel.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s